Kenapa harga karung belakangan ini murah sekali?

Harga karung plastik itu fluktuatif karena bahan bakunya terbuat dari minyak.  Bahan baku plastik karung adalah PP (Polypropylene) & merupakan oil derivative.  Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga murah sekali.

Yang pertama adalah Geopolitik.  Perang Iran membuat pasokan minyak dari Selat Hormuz terkendala.  Perang ini menggangu 20% dari flow minyak & gas dunia ke negara-negara konsumen, terutama di Asia yang sangat bergantung dari minyak Timur Tengah.  Dengan meredanya perang, harga minyak pun jatuh.

Patut di catat bahwa China memiliki (estimated ) 1,4 billion barrel cadangan minyak.  Cadangan minyak ini & Renewables Energy (seperti solar, wind & Hydropower) menjadi buffer atas kebutuhan minyak dalam negeri China.  (China juga merupakan negara dengan konsumsi minyak terbesar di dunia).  Konsumsi minyak China juga berkurang karena banyaknya mobil listrik (NEV), Plug-in Hybrid, bus listrik & truk listrik.  Ini ditambah dengan pembangkit tenaga listrik batu bara berarti pemakaian minyak China hanya sekitar 30% dari total kebutuhan energi.  

Maka dalam membeli karung plastik, kita harus pintar-pintar membaca kapan perang Iran akan selesai.  Patut dicatat bahwa harga minyak sekarang adalah USD 73 per barel  Brent Crude.  Dalam kondisi perang sekarang ini, direkomendasikan untuk membeli karung plastik secukupnya. Karena jika perjanjian damai IRAN-US & ISRAEL ditanda tangan, harga minyak akan jatuh.  

Faktor kedua adalah teknologi membuat karung plastik yang efisien.  Belakangan muncul teknologi dari China yang bisa membuat karung plastik 15: 85 (15% biji plastik murni: 85% Recycle) bahkan 100% Recycle.  Teknologi lain adalah semakin canggihnya mesin karung yang mampu membuat denier tipis (600) tapi karung tidak pecah. Ini diimbangi oleh harga mesin karung plastik itu sendiri yang makin lama makin murah.  Akibatnya ROI menjadi semakin kecil.  

Ketiga, membaiknya Printing Technique & mesin laminasi.  Pabrik pabrik karung memiliki struktur Vertical Integration yang berarti mereka memiliki complete set of supply chain.  From Upstream to Downstream.  Contoh, mereka selain punya mesin karung juga punya Rotogravure Printing, Dry Lamination (Flexible Packaging) & mesin OPP (semi raw-material).  

Belakangan keluar mesin laminasi tandem yang bisa ‘menempel’ (laminasi) karung dengan OPP depan belakang pada saat yang bersamaan.  Kenapa ini dinamakan breakthrough? Karena ini memungkinkan OPP depan & belakang dicetak bersamaan menggunakan 1 cylinder.  Teknik ini menghemat 15% aval.

Market forces; thick supply chain. Faktor lain yang mendorong penurunan harga adalah karena sangking ‘pekat’ nya Plastik supply chain industri di Indonesia sehingga terjadi “race to the bottom” (Perang harga).  Bayangkan secangkir teh yang sudah dimasukkan begitu banyak teh sehingga sudah ‘saturated’.  Beginilah industri plastik kita.    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *